Proses kreatif itu memang random. Pekerja kreatif bergantung
banget sama mood buat menemukan ide dan implementasi ide. Para pekerja kreatif ini biasanya
membutuhkan mood booster, biasanya kopi atau coklat. Hmm.. saya bukan pecinta
kopi karena larangan dari lambung, sedangkan coklat hanya sekali-sekali saja,
larangan kulit sensitif, biasalah perempuan paling rewel sama jerawat.
Tapi periode kemarin adalah periode sulit buat munculnya
ide-ide, apalagi mau memancing mood. Kalau
sudah begitu saya biasa memilih untuk memberi waktu buat diri sendiri buat
membagi perhatian pada hal lain. Buku misalnya, atau film atau jalan-jalan. Istilah
kami para crafter “PENGALIHAN”.
Sekali-duakali pengalihan, ide tak muncul juga. Baiklah kalo
begitu saya putuskan buat tidak mengeluarkan koleksi untuk desember ini, jadwal
peluncuran bisa dialihkan pada obral sisa barang. Tak apalah. Buat saya
pekerjaan ini harus dengan cinta. Tapi kalau cintanya sedang memilih vakansi ya
lepas saja. Fokus saja pada hal yang serius yang harus diselesaikan lebih dulu:
mendamaikan otak dan hati.
Dan ketika keputusan itu dijalankan datanglah ide itu. “kayaknya
gue mau main tali sekarang..”
Sambil nunggu koleksi manik gudho sampai, saya memakai bahan
yang ada. Konsep perhiasan masih sama dengan karakter yang sudah-sudah. Sederhana dan santai. Karakter saya, gaya
sehari-hari saya. Tidak banyak yang tercipta dari ide tali temali ini, tapi
saya puas. Berikut ini karya favorit saya dari koleksi “TEMALI HATI”

