Minggu, 16 Desember 2012

TEMALI HATI dari KEMANDEGAN


Proses kreatif itu memang random. Pekerja kreatif bergantung banget sama mood buat menemukan ide dan implementasi  ide. Para pekerja kreatif ini biasanya membutuhkan mood booster, biasanya kopi atau coklat. Hmm.. saya bukan pecinta kopi karena larangan dari lambung, sedangkan coklat hanya sekali-sekali saja, larangan kulit sensitif, biasalah perempuan paling rewel sama jerawat.

Tapi periode kemarin adalah periode sulit buat munculnya ide-ide, apalagi mau memancing mood.  Kalau sudah begitu saya biasa memilih untuk memberi waktu buat diri sendiri buat membagi perhatian pada hal lain. Buku misalnya, atau film atau jalan-jalan. Istilah kami para crafter “PENGALIHAN”.

Sekali-duakali pengalihan, ide tak muncul juga. Baiklah kalo begitu saya putuskan buat tidak mengeluarkan koleksi untuk desember ini, jadwal peluncuran bisa dialihkan pada obral sisa barang. Tak apalah. Buat saya pekerjaan ini harus dengan cinta. Tapi kalau cintanya sedang memilih vakansi ya lepas saja. Fokus saja pada hal yang serius yang harus diselesaikan lebih dulu: mendamaikan otak dan hati.

Dan ketika keputusan itu dijalankan datanglah ide itu. “kayaknya gue mau main tali sekarang..”
Sambil nunggu koleksi manik gudho sampai, saya memakai bahan yang ada. Konsep perhiasan masih sama dengan karakter yang sudah-sudah.  Sederhana dan santai. Karakter saya, gaya sehari-hari saya. Tidak banyak yang tercipta dari ide tali temali ini, tapi saya puas. Berikut ini karya favorit saya dari koleksi “TEMALI HATI”













Jumat, 14 Desember 2012

Kembalinya Beruang Madu “Pooh”


Satu pagi, setelah sholat subuh dan menyeduh teh golpara, Seperti biasa ritual online sampai jam 6 pagi sambil tea time. Biasanya pagi juga jadi waktu implementasi ide yang semalam menggerayang sebelum tidur. Tapi pagi itu alunan “Return to the Pooh Corner” Kenny Loggins menggerangi telinga.  Tak buang waktu saya langsung meluncur ke situs You Tube, sepagi itu memang waktu yang tepat menikmati Youtube, loading akan lancar karena orang malam baru akan tidur dan orang pagi baru bangun dan belum berselancar.
Lagu itu tak pernah gagal menyenangkan hati, kapanpun.  Tanganpun menggerayangi tang dan manik-manik. Tak lupa charms lucu. Dan Voila!
Sahabat saya yang satu itu memang susah ditolak pelukannya, senyumannya, keceriannya. Memanggil dirinya ‘Pooh’ dan sang suami ‘Macan’ (tiger) dan entah kebetulan atau apa, postur tubuh mereka memang mewakili tokoh-tokoh kartun itu.





Satu hari saat di kantor. Lewat chat YM:

Bungarumputliar:  Imel sayang...  beruang madu baru turun gunung, mainlah ke lebuls. Kangeen!! J
biruJingga: baiklah, besok ya..

lalu di depan pintu rumah aku akan bernyanyi: “oh, jauh sekali rumahmu.. kangen rindu.. ku kayuh sepeda kumbangku..”
Tak lupa pelukan beruangnya.
Ah, kangen lantunan pianomu, petikan gitarmu, Puisi-puisimu. Kangen “Rumahku” .
Lamunanku makin merangsek jauh ke belakang, saat di kampus di Teater Sastra, Latihan Alam.
 
Dua kalungpun telah selesai sebelum jam 7, sebelum berubah jadi Inem J
Hari itu 4 Desember 2012, sehari sebelum 4 tahun kepergiannya. Nampaknya ia sedang bermain di kamarku pagi itu.



Tentang blue morning



 Kesan perjalanan ke dataran tinggi Dieng ternyata memberi inspirasi khusus buat karya asesoris batikku. Pemandangan yang berhasil aku abadikan dengan sekali jepret dengan kamera baru. perhentian sejenak ketika dada panas dan mencoba mengambil nafas sambil terus mengagumi pemandangan pagi itu. Benar-benar surga rasanya. Dan benar saja, jepretan kedua pemandangan itu hilang. " beruntung aku, beruntung!", Begitu gumanku berkali-kali.
Kesan perjalanan yang masih terasa itu berhari-hari aku ‘puisikan’ pada assosories batik satu ini. Diberi nama sama persis dengan judul foto.. “BLUE MORNING”. my job, my passion, my pleasure.

Thanks to Alloh who allowed  me to see this heaven. Negeri di  atas awan. Great moment indeed.
Ah, mungkin benar. Kata-kataku kini mati. Puisi-puisi hilang sejak bermanik-manik. Atau kini kata-kata itu berinkarnasi pada manik-manik yang kurangkai dalam perhiasan ini? Entahlah J