Kesan perjalanan ke dataran tinggi Dieng ternyata memberi inspirasi khusus buat karya asesoris batikku. Pemandangan yang berhasil aku abadikan dengan sekali jepret dengan kamera baru. perhentian sejenak ketika dada panas dan mencoba mengambil nafas sambil terus mengagumi pemandangan pagi itu. Benar-benar surga rasanya. Dan benar saja, jepretan kedua pemandangan itu hilang. " beruntung aku, beruntung!", Begitu gumanku berkali-kali.
Kesan perjalanan yang masih terasa itu berhari-hari aku ‘puisikan’ pada assosories batik satu ini. Diberi nama sama persis dengan judul foto.. “BLUE MORNING”. my job, my passion, my pleasure.
Thanks to Alloh who allowed me to see this heaven. Negeri di atas awan. Great moment indeed.
Thanks to Alloh who allowed me to see this heaven. Negeri di atas awan. Great moment indeed.
Ah, mungkin benar. Kata-kataku kini mati. Puisi-puisi hilang sejak bermanik-manik. Atau kini kata-kata itu berinkarnasi pada manik-manik yang kurangkai dalam perhiasan ini? Entahlah J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar